BLOG TUGAS

UNIVERSITAS GUNADARMA // DEDE SURATMAN // 16209546
Tampilkan postingan dengan label METODE RISET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METODE RISET. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

TUGAS METODE RISET 3 ( METODOLOGI PENELITIAN )

BAB III
METODE PENELITIAN

            Untuk mendapat data yang diperlukan serta melakukan analisis data dari objek yang diteliti, maka metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah sebagai berikut:
3.1 Objek Penelitian
            Objek penelitian yang diambil penulis adalah di PT ABC President yang memproduksi minuman teh berkemasan botol yaitu “ NU Green Tea “3.2 Data/Variabel yang digunakan
            Data yang digunakan penulis terdiri dari:
1.      Data hasil penjualan Nu green tea pada tahun 2009-2010
2.      Data biaya promosi teh botol PT ABC President tahun 2009-2010
3.3  Metode Pengumpulan Data
3.3.1 Observasi
Observasi adalah pengambilan data secara langsung untuk melengkapi data yang dibutuhkan terhadap objek penelitian
2.3.2        Wawancara
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara yang mewawancarai dan yang diwawancarai. Wawancara yang dalam istilah lain dikenal dengan interview merupakan suatu metode pengumpulan berita, data, atau fakta di lapangan. Prosesnya bisa dilakukan dengan bertatap muka langsung (face to face) dengan narasumber maupun secara tidak langsung seperti melalui telepon, internet atau surat (wawancara tertulis). Tujuan utama wawancara yaitu memperoleh informasi yang lebih mendetail mengenai pribadi interviewee maupun hal yang diketahuinya.
3.4 Hipotesis
            Hipotesis dalam penulisan ilmiah ini :
            HA = Koefisien regresi signifikan dan secara nyata mempengaruhi terhadap hasil penjualan NU Green Tea
            HO = Koefisien regresi tidak signifikan atau tidak mempengruhi secara nyata terhadap hasil penjualan NU Green Tea

3.5  Alat analisis yang digunakan
Pada penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode analisis data berupa :
a.      Regresi Berganda
Analisis regresi berganda digunakan bertujuan meramlkan keadaan naik turunnya variabel dependent.. Bila dua faktor variabel independent sebagai faktor predictor dimanipulasi atau dinaik turunkan nilainya
            Rumus : y = a+ b1 x1 + b2 x2 + b3 x3 + b4 x4
Keterangan :
y   = Variabel terikat
a   = Konstanta
x1 = Advertisisng
x2 = Promosi Penjualan
x3 = Personal Selling
x4 = Publisitas

b.      Koefisien Korelasi Berganda
Merupakan alat bantu yang berguna untuk mengetahui sejauh mana keeratan hubungan antara variabel-variabel yang bersangkutan. Koefisien korelasi berganda merupakan akar positif koefisien determinasi berganda. Untuk mencari koefisien korelasi berganda dapat digunakan :
Rumus : r =

            Keterangan :
            R= Koefisien Korelasi
c.       Koefisien determinasi berganda
Analisa ini dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana diantara variabel-variebel independent yang ada paling mempengaruhi variabel dependentnya dalam hal ini adalah tingkat penjualan yang terjadi. Untuk mengetahui keterangan mengenai ketepatan pengukuran yang sesuai dengan keadaan sebenarnya , perlu dibuat analisis lain yaitu koefisien determinasi yang menggunakan rumus :
            R
Keterangan :
R         = Koefisien determinasi
B         = Variabel bebas
X1        = Variabel dependent
X2 , X3 = Varibel independent

Jumat, 28 Oktober 2011

TUGAS METODE RISET 2 ( LANDASAN TEORI )

Nama    : Dede Suratman
Npm       : 16209546
Kelas      : 3EA12

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Teori Dasar

Kegiatan pemasaran merupakan awal dari kegiatan suatu perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan untuk berkembang dan mendapatkan laba.
Kotler (2003:8) mendefinisikan pemasaran adalah suatu proses sosial dan menejerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan memertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Stanton (2002:200) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun kepada pembeli potensial.

Bauran pemasaran adalah kiat pemasaran yang digunakan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran. Kotler(2003:124) kiat yang ada pada bauran pemasaran terdiri dari empat faktor yang disebut 4 P; produk, harga, tempat/distribusi, dan promosi.
Strategi pemasaran adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai pasar sasaran yang dituju (target market) dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka pendek dalam situasi persaingan tertentu.Dalam strategi pemasaran ini, terdapat strategi bauran pemasaran yang menetapkan komposisi yang terbaikdari keempat komponen atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dan sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Unsur strategi bauran pemasaran tersebut adalah: harga, produk, promosi, distribusi.

2.2 Terapan Teori

1. Harga
a. Pengertian Harga
harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk tersebut.

b. Peranan Harga
Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli yaitu:
1. Peranan alokasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya belinya.
2. Peranan informasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam “mendidik” konsumen mengenai faktor-faktor produk, seperti kualitas.
c. Strategi Penetapan Harga
Penetapan harga harus diarahkan demi tercapainya tujuan. Sasaran penetapan harga dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Berorientasi pada laba untuk:
a. Mencapai target laba investasi atau laba penjualan perusahaan.
b. Memaksimalkan laba

2. Berorientasi pada penjualan untuk:
a. Meningkatkan penjualan.
b. Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar.

3. Berorientasi pada status quo untuk:
a. Menstabilkan harga
b. Menangkal persaingan.

Kebijaksanaan menentukan harga ada 3 kemungkinan:
a. Penetapan harga diatas harga saingan
b. Penetapan harga dibawah harga saingan
c.. Mengikuti harga saingan

Cara ini dipilih untuk mempertahankan agar langganan tidak beralih ketempat lain. menjelaskan tingkat harga terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
1. Keadaan Perekonomian
2. Permintaan dan penawaran
3. Elastisitas permintaan
4. Persaingan
5. Biaya
6. Tujuan perusahaan
7. Pengawasan pemerintah


2. Produk

Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk didalamnya warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer) dan pelayanan pabrik serta pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginan.
Kombinasi komponen produk barang konsumsi terdiri dari:
a. Barang itu sendiri
b. Potongan model
c. Warna cap dagang
d. Pembungkus dan labelnya
e. Kualitas
f. Tampang serta keawetan

karakteristik yang ada di produk yaitu:
a. Ciri-ciri khas
b. Corak
c. Gaya/model
d. Merek
e. Kemasan

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa produk adalah barang atau jasa yang didalamnya sudah termasuk warna, desain/ corak, kemasan, merek. Dengan indikator; 1. Merek, 2. Kemasan, 3. Warna.
Sedangkan produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah satu jenis barang yaitu minuman Teh dalam kemasan botol “N   Green Tea” yang mampu memberi kepuasan pada konsumen di Jakarta.

3. Promosi
Istilah promosi adalah arus informasi atau persuasi searah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Untuk memperoleh pengertian promosi yang sebenarnya sebaiknya mengetahui tujuan dari promosi yaitu:
a. Modifikasi tingkah laku .
b. Memberitahu .
c. Membujuk
d. Mengingatkan

Dalam kegiatan promosi dikenal adanya bauran promosi yaitu kombinasi dari srtategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat-alat promosi yang lain yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan :

1. Personal selling
Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan
terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

2. Mass selling terdiri atas periklanan dan publisitas
Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu periklanan dan publisitas.

3. Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/ atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.

4. Public relations (hubungan masyarakat)
Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut.

5. Direct marketing
Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi.

 
2.3 Hipotesis
Keputusan pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
Dalam keputusan pembelian/ membeli barang konsumen ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya. Kegiatan keputusan pembelian meliputi; pilihan akan produk, merek, pemasok, penentuan saat pembelian, jumlah pembelian. Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang. Ada kalanya kelima peran ini dipegang oleh satu orang, namun sering kali pula peranan tersebut dilakukan beberapa orang. Pemahaman mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kelima peran tersebut meliputi :
1. Pemrakarsa (initiator), yaitu orang yang pertama kali menyadari adanya keinginan atau kebutuhan yang belum terpenuhi dan mengusulkan ide untuk membeli sesuatu.
2. Pemberi pengaruh (influencer), yaitu orang yang pandangan, nasihat
atau pendapat-pendapatnya mempengaruhi keputusan pembelian.
3. Pengambil keputusan (decider), yaitu orang yang menentukan keputusan pembelian.
4. Pembeli (buyer), yaitu orang yang melakukan pembelian aktual.
5. Pemakai (user), yaitu orang yang mengkonsumsi atau menggunakan barang atau jasa yang dibeli. barang atau jasa tertentu.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibel iatau tidak melakukan pembelian. Dengan indikator; 1.Pilihan produk, 2. Pilihan merek, 3. Pilihan pemasok, 4. Penentuan saat pembelian, 5. jumlah pembelian.Sedangkan keputusan pembelian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah serangkaian proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dalam rangka memilih suatu barang yaitu Teh dalam kemasan botol “ N   Green Tea “ untuk pemenuhan kebutuhan.

Senin, 24 Oktober 2011

TUGAS METODE RISET 1 ( PENDAHULUAN )

 Nama    : Dede Suratman
Npm       : 16209546
Kelas      : 3EA12



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan yang ingin memperluas usaha dalam persaingan haruslah memandang pemasaran sebagai kunci utama dalam mencapai tujuan. Perusahaan pemasaran diarahkan untuk mengetahui kebutuhan pembeli kemudian memuaskan kebutuhan tersebut. Untuk menjual hasil produksi, produsen memerlukan distributor untuk mendistribusikan hasil produksinya sampai ketangan konsumen. Kegiatan produsen itu tidak berakhir sampai terjadinya transaksi saja tetapi juga berusaha agar hasil produksinya dapat memuaskan konsumen.
Untuk itu produsen harus dapat bersaing dalam memproduksi barang dengan sebaik-baiknya sesuai dengan selera pembeli. Disamping masalah tersebut biasanya masalah lain yaitu tentang keputusan pembelian konsumen. Dalam melakukan pembelian konsumen membutuhkan informasi tentang produk yang akan di beli. Untuk menginformasikan produk yang telah dihasilkan dilakukan promosi Promosi yang baik diharapkan akan terjalin komunikasi antara produsen dan konsumen.
Dalam dunia usaha minum saat ini terlihat adanya persaingan yang ketat antara perusahaan sehingga perusahaan minum mengusahakan air nya agar tetap jernih. Berdasarkan hal tersebut diatas mendorong penulis untuk memilih judul Analisis Pengaruh Pemasaran Nu Green Tea terhadap keputusan pembelian konsumen di Jakarta.

1.2  Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

1.2.1        Rumusan Masalah
1.      Bagaimana hubungan antara harga, produk dan promosi Nu Green Tea terhadap keputusan pembelian konsumen di Jakarta
2.      Apakah factor harga produk dan promosi Nu Green Tea mempengaruhi keputusan pembelian konsumen

 1.2.2        Batasan Masalah
Pada penelitian ilmiah ini penulis hanya membatasi masalah apakah harga, produk, dan promosi mempengaruhi terhadap keputusan pembelian dengan menggunakan metode regresi linier berganda, koef korelasi berganda, koef determinasi berganda dan skala likert dari membagikan kuesioner terhadap 100 responden yang berada di Jakarta

1.3  Tujuan penulisan
1.      Hubungan antara harga, produk dan promosi Nu Green Tea terhadap pembelian konsumen
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi antara harga, produk, dan promosi Nu Green Tea terhadap keutusan pembelian

Sabtu, 24 September 2011

METODE RISET

Nama         :  Dede Suratman
Npm           : 16209546
Kelas         : 3EA12


ANALISIS ( JURNAL 1 )

Pengarang         : Dr Abdurahman Abdullah
Judul                    :Masalah Kenaikan Harga Sembako
Tahun                 : 2011
Tema                  : Kenaikan Harga

Latar Belakang Masalah

Fenomena
Sejumlah kebutuhan pokok di berbagai daerah selama 2 pekan ini mulai menunjukkan kenaikan.  Kebutuhan pokok, seperti beras, bawang merah dan putih, daging dan telur ayam, gula pasir, naik sekitar 30-75%, dan yang meningkat tajam adalah cabai keriting dan cabai merah dengan lonjakan harga hingga mencapai dua kali lipat.

Riset
Dalam teori ilmu ekonomi, harga merupakan salah satu faktor utama-- meskipun bukan faktor satu-satunya--yang mempengaruhi pilihan pembeli. Harga menjadi faktor utama pilihan pembeli semakin terlihat di antara kelompok-kelompok miskin. Namun, harga bukan menjadi faktor utama pilihan pembeli bagi masyarakat yang mampu/kaya. Namun, teori ini hanya berlaku bagi produk-produk di luar kebutuhan bahan pokok. Untuk kebutuhan bahan pokok yang termasuk kebutuhan primer, akan memiliki dampak garis lurus dengan turunnya pembelian pada kebutuhan sekunder dan pertumbuhan ekonomi.

Materi Penilitian
1. Jika harga barang primer meningkat, sementara pendapatan tetap, akan menyebabkan harga barang sekunder pun akan meningkat.
2.    Pembelian terhadap barang sekunder pun akan menurun.
3.    Perubahan harga barang konsumsi menyebabkan tingkat substitusi (pergantian) terhadap barang konsumsi akan berubah pula. Untuk poin 3, dapat dilihat kasusnya di masyarakat, di mana pada saat cabai rawit harganya meningkat maka pedagang makanan yang banyak menggunakan cabai akan menggantikannya dengan cabai oplosan atau mengurangi kadar cabainya.
Dengan demikian, dari penjelasan di atas, maka harga kebutuhan primer harus dikendalikan oleh pemerintah. Jika tidak, maka akan terjadi kelesuan ekonomi negara, yang berimbas pada penurunan daya saing produk lokal dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

Masalah


Kenaikan harga sejumlah kebutuhan barang pokok pada Juli 2010 disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1.    Perbandingan Supply and Demand yang tidak seimbang. Supply kebutuhan bahan pokok terganggu oleh perubahan iklim, yaitu tingginya frekuensi hujan di bulan kemarau yang menyebabkan para petani gagal panen. Cabai dan sayuran mengalami gagal panen di daerah-daerah penghasil cabai dan sayuran.

2.    Siklus tahunan, Demand terhadap kebutuhan barang pokok meningkat seiring dengan semakin dekatnya bulan puasa dan lebaran.

3.    Efek psikologis dari kenaikan TDL yang mencapai 20% untuk sektor industri.
4.    Faktor lain: faktor pedagang. Kenaikan beras misalnya, selain dipicu oleh faktor Supply and Demand, dipicu juga oleh permainan para pedagang/tengkulak, di mana petani lebih memilih menjual ke pasar bebas daripada ke Bulog dikarenakan harga GKP (Gabah Kering Panen) dan GKG (Gabah Kering Giling) lebih tinggi daripada harga GKP dan GKG yang dipatok oleh Bulog.

Tujuan Penilitian
 Untuk mengetahui apa yang menyebabkan harga sembako di tanah air kita sering mengalami kenaikan harga dan kita bisa menanganinya dengan beberapa solusi seperti di atas


ANALISIS ( JURNAL 2 )

Pengarang         : Pangwi Syarwi
Judul                : Masalah klasik kenaikan harga
Tahun               : 2011
Tema                : Kenaikan Harga

Latar Belakang Masalah

Fenomena
Menjelang memasuki Ramadan, harga berbagai kebutuhan pokok sudah meroket di berbagai dae­rah, termasuk di Pa­dang. Ini fenomena yang terjadi setiap tahun, tren ke­naikan harga yang naik se­belum bulan Ramadan, konsekuensinya membuat rakyat semakin susah, ditambah lagi kondisi ekonomi yang serba sulit. Pertanyaannya kemudian adalah kebijakan apa yang akan dilaksanakan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan musiman ini? Selama ini kebijakan yang dikeluarkan tidak membuat pengaruh apa-apa seperti operasi pasar. Dapat dipastikan bahwa pemerintah selalu kelabakan untuk mengantisipasinya.

Kenaikan sangat signifikan itu akan berdampak pada rakyat, khu­susnya mereka yang berpendapatan menengah dan ke bawah. Kenaikan ini akan menggerus daya beli rakyat yang memang sudah sangat rendah, pendapatan rumah tangga miskin semakin merosot, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meroket. Biasanya kenaikan harga ini bersifat momentum, tetapi harga tidak pernah kembali menjadi normal setelah momentumnya usai. Karena ini bersifat momentuman, pemerintah mestinya bisa melakukan antisipasi. Tetapi kelihatannya pemerintah sengaja membiarkan harga itu naik secara tidak normal.

Riset
Sebelum memasuki bulan suci Ramadan masyarakat dibuat tidak tenang, akibat melambungnya harga kebutuhan pokok, tidak hanya sampai disitu, perantau yang ingin pulang ke halaman juga mengeluh akibat harga tiket yang naiknya tidak tanggung-tangung, belum lagi kelang­kaan BBM yang membuat kegiatan masyarakat terhenti untuk beraktifitas
Meningkatnya harga beberapa komoditas pangan menjelang Rama­dan bukan karena kelangkaan barang. Namun lebih disebabkan. Pertama, faktor psikologi penjual dan agen barang. Persediaan barang sebenarnya tetap cukup untuk memenuhi permin­taan konsumen yang melonjak. Mereka memanfaatkan momen dengan menaikkan harga menjelang perayaan hari-hari besar demi mengeruk keuntungan. Ditambah lagi dengan perilaku konsumen yang tetap berbelanja walau harga meningkat.
maka hukum pasar berla­ku, padahal kemampuan mem­beli masyarakat rendah karena naiknya harga tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah pen­dapatan. Masyarakat seakan tidak memiliki pilihan. Meskipun harga berbagai kebutuhan pokok naik, mereka tetap membelinya untuk memenuhi kebu­tuhan menyambut Ramadan. Ketiga, dipicu tradisi para pedagang yang menyetok barang yang akan dijual kembali pada harga tinggi. Keempat, adanya masyarakat yang membeli dengan jumlah lebih dari biasanya. Kelima, selain dua faktor ini, ada dua isu besar lainnya yang ikut mendongkrak kenaikan harga, yakni kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan adanya gaji ke-13 yang baru dibayar pada awal bulan puasa

Materi Penilitian
kenaikan harga ini: Pertama, kenaikan harga sembako ini akan berjalan berba­rengan dengan ancaman krisis pangan dunia. Ada lima faktor pemicu kenaikan harga pangan dunia:
(1) sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia (kenaikan biaya produksi)
(2) penggunaan bahan pangan untuk biofuel
(3) penghan­curan produksi pertanian negara dunia ketiga
(4) perubahan iklim.

Masalah
Pemerintah gagal mewujudkan ketahanan pangan di dalam negeri. Alih-alih berjuang keras mewujudkan ketahanan pangan, pemerintah malah membuka pintu impor untuk masuk­nya produk pertanian dari negara lain. Selain itu, atas petunjuk lembaga-lembaga dan negeri-negeri imperialis, pemerintah telah mengha­pus subsidi untuk pertanian. Jadi solusi untuk ini semua menurut penulis jangan hanya kebijakan yang bersifat sesaat, tapi sudah saatnya pemerintah berfikir jangka panjang, penyebab naiknya kebutuhan pokok tidak hanya karena mekanisme pasar, tapi kita tidak punya stock daging yang cukup untuk kebutuhan dalam negeri, seperti impor daging dari australia.

Tujuan Penilitian
 Untuk mengetahui tentang apa yang menyebakan kenaikan harga yang sering terjadi di negeri kita terutama saat saat menjelang hari raya dan antisipasi agar kita dapat mengatasi masalah itu

ANALISIS ( JURNAL 3 )

Pengarang         : Andika
Judul                :  Dampak kenaikan harga bagi produsen
Tahun               : 2011
Tema                : Kenaikan Harga

Latar Belakang Masalah

Fenomena
Kenaikan harga adalah masalah rumit yang sering kali terjadi di dalam dunia ekonomi, dan tidak dapat disanksikan lagi kenaikan harga membawa pengaruh bagi setiap elemen masyarakat yang terlibat didalamnya,tak terkecuali bagi produsen.

Riset
Produsen adalah pihak yang melakukan kegiatan produksi atau pihak pihak penghasil komoditas ekonomi. Produsen sebagai pihak yang melakukan kegiatan produksi maksudnya adalah produsen biasanya sekumpulan pihak yang saling bekerja sama untuk menciptakan suatu bahan mentah ataupun bahan setengah jadi menjadi barang bernilai ekonomi/dapat menghasilkan keuntungan bagi pihak tersebut,misalnya pengrajin rotan,atau produsen baju, dll. Disebut pula penghasil komoditas ekonomi jika produsen tersebut mengolah sesatu yang dimilikinya sehingga menghasilkan sesuatu benilai ekonomi, misalnya kebutuhan pangan yang dapat dijual mentah seperti cabai,buah-buahan segar dll.

Materi Penilitian
Produsen merupakan salah satu pihak yang mendapat kesulitan atau kerugian jika terjadi kenaikan harga. Bagi perusahaan atau pabrik pengolah bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi barang bernilai ekonomi, maka masalah kenaikan harga berhubungan dengan bahan baku. Seperti yang kita tahu bahwa bahan baku adalah hal terpenting dalam proses produksi , tanpa bahan baku maka tak ada yang dapat diolah ataupun diproduksi. Mahalnya bahan baku membuat produsen harus berfikit ulang tentang biaya produksi dan laba yang akan didapatkan. Semakin tinggi harga bahan baku makan semakin melunjak pula biaya produksi. Dengan kondisi seperti ini produsen harus mencari inisiatif untuk menekan harga produksi. Banyak dari para produsen yang akhirnya memilih untuk menaikkan harga jual barang dagangannya, tetapi hal ini dapat berdampak menurunnya tingkat penjualan karena konsumen enggan membeli barang dengan harga tinggi, apalagi di Negara berkembang seperti Indonesia yang warganya memiliki tingkat konsumtif tinggi namun kemapuan membeli yang rendah, dengan kata lain masyarakat akan cenderung mencari barang yang sama dengan harga serendah mungkin dan menomor dua kan kualitas.Kenyataan semacam ini membuat beberapa produsen menyiasati kenaikan harga ini dengan cara memperkecil ukuran barang yang diproduksinya. Seperti produsen kue yang memperkecil ukuran kue yang dijualnya sehingga tak perlu menaikkan harga jual kue tersebut dan dapat mempertahankan konsumen nya. Sekalipun mendapat protes dari konsumen cara ini tetap menjadi pilihan jitu bagi para produsen untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku produksi

Masalah
tidak semua produsen dapat menggunakan cara tesebut, ambil contoh seorang produsen pakaian, mustahil baginya untuk memperkecil ukuran baju atau hanya menjual pakaian yang berukuran kecil saja. Sama halnya dengan produsen mebel , tak mungkin juga baginya memproduksi mebel,misal memperkecil ukuran kursi yang diproduksinya. Produsen-produsen barang semacam ini kebanyakan memilih untuk menggunakan bahan baku dengan kualitas “nomor dua” dimana biasanya bahan baku seperti ini memiliki harga yang lebih rendah. Sehingga para konsumen yang tidak mungkin membeli dengan harga mahal mau tidak mau akan membeli barang produksinya sekalipun barang tersebut berkualitas rendah


Tujuan Penilitian
 Untuk mengetahui dampak apa saja yang mempengaruhi kenaikan harga bagi para produsen di tanah air kita ini .